Meski Masih Ada Tantangan, Yunani Miliki Harapan Keluar Dari Zona “Bangkrut” - Lab Forex

Analisa Fundamental, Tehnikal. All About Forex

Breaking

Rabu, 15 Juli 2015

Meski Masih Ada Tantangan, Yunani Miliki Harapan Keluar Dari Zona “Bangkrut”



Meski Masih Ada Tantangan, Yunani Miliki Harapan Keluar Dari Zona “Bangkrut”

Para pemimpin kawasan euro akhirnya mencapai kata sepakat untuk menyelamatkan Yunani dari jeratan utangnya. Kesepakatan tersebut terjadi pada Senin (13/7) dimana akhirnya para pemimpin kawasan euro bersedia untuk membicarakan program bailout ketiga untuk Yunani yang bernilai EUR 82-86 miliar. Kesepakatan ini terpaksa diambil untuk mencegah Yunani keluar dari wilayah ini atau dikenail dengan istilah Greece Exit atau Grexit. Seperti diketahui jika Grexit terjadi maka mata uang Euro berpotensi akan semakin melemah terhadap major currencies lainnya.
Terkait hal ini, bahkan para petinggi kawasan euro berencana mempercepat pencairan dana talangan tersebut agar kestabilan ekonomi di kawasan euro secara keseluruhan dapat lebih cepat mencapai kestabilan. Menurut Uni Eropa, Yunani membutuhkan dana sekitar EUR 7 miliar hingga 20 Juli mendatang dan membutuhkan dana tambahan lagi sebesar EUR 5 miliar pada bulan Agustus. Meskipun pada akhirnya kawasan euro dan uni eropa menolong Yunani dari krisisnya, mereka tetap bersikap keras pada sejumlah isu yang menyandung perekonomian Yunani, seperti mengenai reformasi, situasi fiskal, masalah utang dan kebutuhan pembiayaan.
Presiden Prancis Francois Hollande dan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi secara terpisah menyatakan kelegaannya terhadap keputusan kesepakatan ini. Meski demikian, kesepakatan tersebut masih belum final dan tetap harus disetujui oleh beberapa parlemen nasional di kawasan euro serta parlemen Yunani. Setelah persetujuan tersebut diperoleh, barulah negosiasi bailout baru secara resmi dapat mulai. Sebagai informasi saja, sistem perbankan di Yunani saat ini tengah di ambang kehancuran dan sangat tergantung pada bantuan dana darurat dari Bank Sentral Eropa.
Dari sisi politik, hal ini cukup menyulitkan Tsipras sebagai Perdana Menteri Yunani, dimana saat ini ia sadar bahwa negaranya butuh bantuan dana dari pihak lain namun di sisi lain permintaan persyaratannya sangat memberatkan negaranya dan bahkan sejumlah anggota parlemen Yunani secara keras telah menolak persyaratan tersebut. Otoritas Yunani pun harus melewati 2 (dua) tahapan agar negaranya mendapatkan dana bantuan, yaitu pada tanggal 15 Juli mendatang, mereka harus menerapkan lima langkah reformasi termasuk pajak, pensiun dan pemotongan belanja publik dan disahkan dalam mekanisme Undang-Undang (UU). Lalu pada tanggal 22 Juli, UU tersebut harus disetujui.
Berikut poin-poin kesepakatan zona Eropa dengan Yunani terkait pembicaraan dana talangan tahap ketiga itu:
Pertama, Yunani harus memasukkan 50 miliar euro aset-asetnya berupa perusahaan negara ke dalam satu lembaga pendanaan berbasis di Athena. Dana sebesar itu diawasi otoritas keuangan Yunani dan dalam waktu dekat akan diprivatisasi. Sebanyak 25 miliar euro dari dana ini diperuntukkan untuk rekapitalisasi perbankan Yunani. Sisanya sebesar 25 miliar euro digunakan untuk membayar utang Yunani dan lainnya untuk pembiayaan investasi.
Kedua, Pemerintah Yunani harus meloloskan sejumlah kebijakan reformasi ekonomi termasuk merampingkan sistem pajak pertambahan nilai (VAT) dan memperluas cakupan basis pajak. Juga, membuka reformasi sistem pensiun. Yunani pun diminta untuk memotong anggaran pengeluaran quasi-otomatis jika target surplus anggaran gagal dicapai. 
Ketiga, pemimpin zona Eropa setuju memberikan dana talangan sebesar 7 miliar euro pada Juli dan tambahan 5 miliar euro pada pertengahan Agustus agar Yunani membayar kewajiban-kewajibannya kepada Bank Sentral Eropa (ECB) dan IMF. Pemerintahan PM Alexis Tsipras ini harus membayar 3,5 milliar euro plus bunga kepada ECB pada 20 Juli.
Keempat, Yunani berkomitmen untuk melakukan reformasi lebih jauh pasar energi dan produk-produk, pasar tenaga kerja, dan sektor keuangan.
Melalui kesepakatan terakhir ini, setidaknya ada sedikit harapan yang bisa membuat perekonomian Yunani berdenyut kembali di tengah kekhawatiran bank-banknya yang mengalami krisis likuiditas yang sempat memicu keluarnya negeri ini dari rezim mata uang bersama euro. Jika kesepekatan ini disetuji maka Yunani dipastikan tidak akan masuk ke dalam jurang kebangkrutan. 





Stephanie Rebecca/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center

Tidak ada komentar:

Posting Komentar